Di zaman yang semakin ketat dengan kompetisi, semakin banyaknya tuntutan materi, di berbagai bidang, apakah itu bisnis atau karir. Dulu ada pepatah "Yang besar, dialah pemenangnya" agak nya mulai luntur kebenarannya di zaman sekarang ini. "Yang lebih cepat, dialah pemenangnya" kata sebagian orang lebih tepat untuk menggambarkan kondisi sekarang ini.
Banyak orang-orang disekitar saya, apakah itu kolega kantor, teman zaman sekolah dulu, berlomba-lomba untuk mencari karir dan mencurahkan seluruh tenaga, pikiran, waktunya. Seakan-akan takut andai tidak bekerja sekeras-kerasnya, maka kualitas hidupnya akan begitu-begitu saja.
Pertanyaannya sekarang adalah, apakah betul apa yang kita dapat,apa yang kita punya merupakan 100% hasil kerja keras kita? Tapi ada sebagian orang yang terlihat santai, tetapi memiliki kualitas hidup jika dibandingkan dengan yang bekerja dengan keras nya. Apakah hidup ini tidak adil?
Saya teringat dengan firman Allah SWT, tetapi saya lupa surat apa, yang bila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia yakni "Tidak kuciptakan jin dan manusia, kecuali untuk menyembah-Ku". Ternyata secara tidak sadar, atau mungkin setengah sadar, banyak manusia sudah lupa akan hakikat pencipataannya. Bukankan hidup, mati, jodoh dan rejeki sudah ada yang mengatur? lalu hikmah apa yang bisa kita ambil dari renungan diatas.
Kita wajib untuk bekerja dengan sekeras-kerasnya, secerdas-cerdasnya, setuntas-tuntasnya,seikhlas-ikhlas nya, jangan lupa beribadah kepada Allah SWT, untuk menyembah penciptanya. Dan bila kita bisa istiqomah, kesuksesan yang besar akan kita raih, kapanpun waktunya. Karena cukup dengan kun fayakun, apapun bisa terjadi atas iradah Allah SWT. Insha Allah, God willing.